One Day Trip 3 Pulau Seribu (Pulau Kelor, Pulau Onrust, Pulau Cipir)

Pulau Kelor, Onrust dan Cipir adalah satu satu pulau yang teletak di Kepulauan Seribu.
Saya melalukan perjalanan ke ketiga pulau tersebut bersama ke empat teman saya dengan mengikuti salah satu tour and travel dengan biaya hanya Rp. 77.000,- ( sengaja cari trip yang murah, hahaha). Kami diharuskan berkumpul di dermaga muara kamal jam 07.30 wib, karena perjalanan akan dimulai jam 08.30 wib. Saya dan kedua teman saya berangkat jam 06.00 wib menggunakan taxi online, dengan jarak sekitar 26 km dan waktu hanya sejaman, kami hanya mengeluarkan Rp. 80.000, ( kalo di bagi 3 , anggap saja per orang bayar Rp 30.000, kalo misal dapat yang lagi diskon atau promo mungkin bisa lebih murah lagi, hahaha). Perjalanan ke dermaga muara kamal agak gampang2 susah karena kami hampir beberapa kali nyasar walaupun sudah memakai GPS dan tanya penduduk sekitar). Saat menentukan lokasi di google map, pastikan memilih dermaga muara kamal bukan kamal muara karena keduanya adalah tempat yang berbeda walaupun namanya hampir sama. Jam 07.00 wib kami sampai di dermaga muara kamal, dan itu ternyata masih kepagian, hahaha, sedangkan kedua teman kami yang lain masih di perjalanan, mereka naek ojek online dan ternyata hampir nyasar ke muara angke, haha. Karena di dermaga ini ikan2 pada berkeliaran, bagi yg gak tahan bau amis sebaiknya bawa masker ya.


Untuk menghilangkan kebosanan menunggu panitia, kami mengisi waktu dengan mengobrol (lebih tepatnya bergosip sih, haha), semua hal diobrolin mulai dari A sampai Z, menunggu adalah hal yang sangat membosankan dan juga bisa membuat lapar, dan di sini cuma ada yang jualan p*p mie, kalau tau gitu kan bisa sarapan/ngopi/ngeteh dulu tadi sebelum berangkat, tapi ya sutralah, hihi. Detik berganti menit, menit berganti jam, tapi jam masih belum berganti hari kok, karena baru sejaman, hahaha. Cuaca semakin panas, tapi panitia tak kunjung datang, yang ada malah kapal trip tetangga sebelah mulai berangkat ( jadi ternyata setiap minggunya banyak agent tour n travel yang mengadakan trip ke 3 pulau ini). Melihat hal tersebut kami langsung bertanya tanya gimana nasib kami ini, kenapa tidak ada kejelasan. Ternyata bukan hanya kami aja yang sempet kebingunan, ada mbak2 dan temennya yang menghampiri kami, dan bertanya apa nama agent tour and travel yang kami ikuti, apakah sama dengan yang mereka ikuti, dan ternyata agent travel kami sama, dan mereka merasa lega karena ada temennya kalo misal kena tipu si agent travel ini, hahaha. Dan pada jam 08.30 an baru datenglah si panitia (padahal menurut jadwal, registrasi jam 07.30, pemberangkatan jam 08.30,), katanya kalo peserta telat lebih dari 15 menit ditinggal, tapi kalo panitianya yang telat gimana ya, masak panitianya ditinggal, gak jadi dong ntar trip nya, wkwkwk). Setelah semua peserta trip berkumpul, panitia mulai mengabsen satu per satu dan melakukan pembagian kapal. Peserta trip sekitar 80-90 orang dan jumlah kapal sebanyak 4 buah. Kapal tersebut berkapasitas sekitar 20 an org, dan pada masing2 kapal didampingi oleh sedikitnya 2 orang panitia.
kapal yang dipakai untuk menyeberang

Perjalanan pun dimulai, dibutuhkan waktu sekitar 30 - 45 menit untuk menyeberang ke pulau pertama, yaitu adalah Pulau Kelor. Jam setengah 10 an kita sudah tiba di Pulau Kelor.


Pulau Kelor

Pulau Kelor dahulu dikenal dengan nama Pulau Kherkof, di pulau ini terdapat peninggalan Belanda berupa galangan kapal dan banteng yang dibangun VOC untuk menghadapi serangan Portugis di abad 17. Di sini juga terdapat kuburan kapal Tujuh atau Sevent Provincien serta awak kapal berbangsa Indonesia yang memberontak dan akhirnya gugur di tangan Belanda. 

Kami diberikan waktu sekitar 1-2 jam oleh panitia untuk mengeksplore Pulau Kelor. Cuaca di sini sangat panas, jadi sebaiknya jangan lupa membawa sunblock/topi untuk melindungi diri dari panasnya terik matahari. Pulau ini sangat sepi karena memang merupakan Pulau yang tidak berpenghuni, jadi jangan berharap bisa menemukan orang jualan gorengan, tapi ada satu warung kok yang berjualan minuman, setidaknya gak bakalan kehausan lah, hehe. Karena sepi dan tak berpenghuni inilah mungkin yang menjadi salah satu alasan kenapa bang Rio Dewanto dan mbak Atiqah melangsungkan pernikahan di sini. 

Tidak banyak hal yang bisa kami lakukan di Pulau Kelor selain mencari spot2 foto yang bagus, hahaha. Berikut hasil jepretan2 kami selama di Pulau Kelor.
   Selamat datang di Pulau Kelor

Benteng Martelo

    reruntuhan benteng

Setelah puas mengeksplore pulau kelor kami segera kembali ke kapal  padahal waktu yang tersisa masih banyak, kami memilih untuk ngadem di kapal aja, hehe. Kapal masih sangat sepi karena peserta yang lain belum kembali , dan hal tersebut tidak kami sia-siakan begitu saja, langsung saja kita foto2 di kapal dengan view pulau kelor, hihihi.

foto di atas kapal dengan view Pulau Kelor

Pemberangkat selanjutnya adalah ke Pulau Onrust, waktu yang diperlukan untuk menyeberang ke Pulau Onrust sekitar 15 - 30 menit. Sempat ada insiden saat panitia melakukakan absen pada masing-masing kapal sebelum pemberangkatan. Di kapal kami ada seorang peserta yang hilang, panitia sudah mencari ke sekeliling dan ke kapal2 yang lain tapi tetap saja jejak mbak A ini tidak ditemukan ( diketahui ternyata si mbak A ini ikut trip hanya sendirian saja). Akhirnya panitia berkesimpulan jika si mbak A ini mungkin saja salah kapal dengan ikut kapal trip tetangga sebelah yang sudah berangkat duluan ke Pulau Onrust. Dan ternyata benar, sesampainya di Pulau Onrust akhirnya kami bisa menemukan mbak A, dan mbak A sekarang bisa bergabung kembali ke group trip kami ( welcome back mbak).

Pulau Onrust

Pada masa kolonial Belanda, rakyat sekitar menyebut pulau ini dengan Pulau Kapal karena di pulau ini sering sekali dikunjungi kapal-kapal Belanda sebelum menuju Batavia. Di dalam pulau ini terdapat banyak peninggalan arkeologi pada masa kolonial Belanda dan juga sebuah rumah utuh yang dijadikan Museum Onrust. Nama "Onrust" sendiri diambil dari bahasa Belanda yang artinya "Tidak Pernah Beristirahat" atau dalam bahasa inggrisnya adalah "Unrest".

Kami sampai di pulau ini sekitar jam 12.00 wib, Panitia memberi waktu satu jam untuk ishoma, setelah itu peserta diharuskan berkumpul karena acara selanjutnya adalah eksplore Pulau Onrust. Karena trip yang kami ikuti ini exclude makan siang, jadi kami harus mencari makan siang di sekitar, Pulau ini terbilang ramai jika dibanding dengan Pulau Kelor, di sini terdepat beberapa warung, jadi gak bakalan kelaparan, hehe. Setelah sempat bingung mau makan apa, akhirnya kita menjatuhkan pilihan pada ibu2 yang menjual makan di gazebo. Sebenarnya ibu ini menyiapkan makanan untuk peserta trip tetangga sebelah, tetapi karena kasihan melihat kami, dan kami cuma berlima, akhirnya si ibu memperbolehkan kami untuk membeli cateringnya, hehe. Dengan Rp 20.000,- kami sudah mendapatkan nasi + ikan (sejenis tongkol) + tempe + sambal kecap + air mineral gelasan + wejangan supaya next time kalo misal ikut open trip harus cari yang yang include makan biar gak kelaparan, jangan cuma cari murahnya aja ( si ibu tau aja kalo kita cari yang murah, hahahaha).

Setelah selesai ishoma, acara dilanjutkan dengan eksplore Pulau Onrust didampingi dengan guide setempat yang akan menjelaskan tentang sejarah Pulau Onrust. Karena kami sudah berkeliling sebelumnya tadi, jadi kami gak ikutan keliling lagi, hehe (aslinya males kalo harus keliling lagi soalnya cuaca panas, dan juga udah dapat banyak dapat foto, jangan dicontoh ya). Sebenernya yang bandel itu temen2 saya, saya cuma diajakin aja, katanya tanya mbah google aja sejarahnya, hahaha). Setelah itu ada panitia mengadakan kuis berhadiah mengenai sejarah pulau onrust, dan tentu saja kami gak dapat hadiahnya, hahaha. Meskipun dari kami gak ada yang dapat hadiah, tapi kami dapat foto2 yang lumayan lah kalau untuk dipamerin di sosmed, hahaha.


    pada batu ini tertulis sejarah singkat mengenai Pulau Onrust

Kincir angin Pulau Onrust

    tepi pantai Pulau Onrust

   hutan di Pulau Onrust

Dari Pulau Onrust kita beralih ke Pulau Cipir, waktu yang diperlukan untuk menyeberang ke Pulau Cipir hanya sekitar 15 -20 menitan. Kami sampai di Pulau Cipir sekitar jam 15.00 an lah.


Pulau Cipir

Pulau Cipir disebut juga sebagai Pulau Khayangan, pada Tahun 1668 di pulau ini dibangun sebuah dermaga dan sebuah galangan kapal, pada Tahun 1679 dibangun sebuah rumah sakit, dan pada Tahun 1972 berdasarkan SK. Gubernur KDKI Jakarta No. CB. 11/2/16/72 ditetapkan sebagai suaka purbakala.


Pulau Cipir terbilang paling ramai dan paling luas jika dibandingkan dengan dengan kedua pulau sebelumnya. Banyak aktifitas yang bisa dilakukan di sini seperti berenang, memancing, ataupun pacaran (ups, harus pacar yang sudah halal ya tentunya, hehe)

Panitia memberi waktu satu jam untuk eksplore Pulau Cipir, kemudian acara akan dilanjutkan dengan fun game dan pelepasan lampion. Setelah waktu yang diberikan panitia habis dan saatnya acara fun game, kami malah nongkrong di warung untuk makan gorengan dan minum es kelapa muda, hahaha. Tetapi pada saat acara pelepasan lampion kami sangat antusias untuk ikutan, haha.

    Selamat datang di taman arkeologi Pulau Cipir

    Prasasti Pulau Cipir 

   coba tebak, kami lagi ngapain.... hehehe


    belum lengkap rasanya kalo belum pose kayak gini, hihihi

    Pelepasan lampion, dari 5 lampion yang kami miliki hanya satu yang terbang, hahaha

Setelah serangkaian acara trip selesai, saatnya untuk kembali pulang, kembali ke rutinitas sehari - hari, kembali merasakan suasana hiruk pikuk di ibu kota tercinta dan kembali melanjutkan hidup, hehe.

Kami sampai di dermaga muara kamal sekitar jam 18.30, langsung saja kami memesan transportasi online di ponsel masing2. Ternyata untuk mencari taxi/ojek online di daerah ini sangat susah, butuh waktu sekitar satu jaman dengan mencoba semua aplikasi transportasi online yang ada di ponsel kami masing2 sampai akhirnya kami mendapatkan taxi online. Gak kebayang kalo misal gak dapet, bakalan naek apa ya kami pulangnya, hihi. Biaya taxi online sekitar Rp. 70.000,-  ini sudah dengan tipsnya. Kali ini kami ber 5, jadi per orang anggap saja  bayar Rp. 15.000,- (murah amat ya, hehe). 

Pengeluaran selama trip
Biaya Trip               = Rp. 77.000,-
Transport pergi       = Rp. 80.000/3 org  = Rp 30.000
Makan siang.           = Rp. 20.000,-
Transport pulang     = Rp. 70.000/5 org   = Rp. 15.000,-

Total pengeluaran Rp. 142.000,-


Hanya dengan budget sekitar Rp.150.000,- saja sudah bisa menikmati wisata sejarah 3 Pulau di Kepulauan Seribu. Wisata ini bisa menjadi alternatif liburan bagi kalian yang mempunyai budget minim tetapi ingin berlibur bersama dengan keluarga/sahabat/teman. (tetapi tidak menututup kemungkinan jika kalian ingin liburan sendiri seperti mbak A tadi, hehe)
















































Komentar

Posting Komentar