Backpacker Bogor

Tulisan kali ini bercerita tentang perjalanan backpacker ke Bogor, ini bukan travelling ala traveller yang hits dan kekinian, melainkan hanya sebuah perjalanan singkat sehari atau mbolang lebih tepatnya yang saya lakukan bersama dengan kedua teman saya.
Ingin jalan-jalan ke Bogor tetapi inginnya cuma sehari, gak mau nginep, gak mau ke tempat yang jauh dan yang penting akses ke tempat tersebut gampang (rempong kan, hahaha). Dan akhirnya dengan informasi dari internet, terpilihlah 2 tempat yang akan kami kunjungi yaitu Kebun Raya Bogor dan Kampung Budaya Sindang Barang.

Sesuai dengan kesepakatan, meeting point bertempat di Stasiun Sudirman jam 07.30 wib, tetapi pada kenyataanya kami berkumpul pada jam 08.30 wib dan saat itu juga kami langsung menuju ke Stasiun Bogor, hehe. Untuk menuju ke Stasiun Sudirman seperti biasa saya menggunakan jasa ojek online dengan tarif sekitar Rp. 15.000,- , tiket commuter line Stasiun Sudirman - Stasiun Bogor sebesar Rp 6000,- . Perjalanan menuju Stasiun Bogor membutuhkan waktu sekitar 1-1,5 jam dan karena tidak mendapatkan tempat duduk, terpaksa kami  harus berdiri (ya memang susah sih untuk bisa dapat tempat duduk di commuter line, bisa dapat tempat untuk berdiri aja udah sukur, hehe)

Sekitar jam 10.00 wib, kami sudah keluar dari Stasiun Bogor, kami tidak langsung menuju ke Kebun Raya Bogor, tetapi kami menyempatkan untuk sarapan terlebih dahulu di depan Stasiun Bogor. Dengan Rp 15.000,- kami sudah bisa menikmati soto mie bogor, tanpa minum ya, karena kami sudah bawa bekal minum masing-masing, hehe.

Setelah selesai sarapan, kami melanjutkan perjalanan ke Kebun Raya Bogor. Sebelumnya kami sempat berdebat mengenai transportasi yang akan kami gunakan, pilihannya antara taxi online atau ojek online ( padahal jaraknya dekat, hehe), tetapi pada akhirnya kami malah naik angkutan umum kota, alasannya biar lebih kerasa backpackernya, hahahaha.  Tarif angkutan umum tersebut sebesar Rp.7000,- , sebenarnya kami tidak tahu berapa tarif angkot tersebut, kami cuma asal bayar aja, mungkin tarif aslinya lebih murah mengingat jarak dari Stasiun Bogor ke Kebun Raya Bogor cukup dekat, hehe.

Kebun Raya Bogor

Sekitar jam 11.00 wib kami sudah sampai di Kebun Raya Bogor. Harga tiket masuk Kebun Raya Bogor sebesar Rp. 15.000,- untuk wisatawan domestik. Sebenarnya saya sudah pernah sekali ke sini, tapi kedua teman yang belum pernah  dan karena saya masih memiliki rasa kesetiakawanan, akhirnya saya bersedia ke sini untuk yang kedua kalinya, haha.

Kebun Raya Bogor adalah sebuah kebun botani yang terletak di Kota Bogor dengan luas sekitar 87 ha dan 15.000 jenis pohon dan tumbuhan. Karena saking luasnya, kami tidak sanggup untuk mengekspoler semua tempat yang ada akibat kaki kami yang mulai gempor, haha.

    Istana Bogor

Koleksi bambu

   Taman Astrid


Ada satu tempat yang membuat kita cukup penasaran untuk dikunjungi yaitu adalah jembatan merah. Setelah sholat dzuhur kami mulai mencari di mana keberadaan jembatan tersebut, yang membuat kami penasaran adalah karena jembatan ini terkenal dengan mitosnya yang menyebutkan jika ada sepasang kekasih melewati jembatan ini secara bersama - sama, maka jalinan kisah cintanya akan kandas di tengah jalan, tapi kami tidak bisa membuktikan kebenarannya karena kami datang ke sini tidak membawa pasangan, hehe. 

   Jembatan Merah


   Jembatan Merah

Setelah berhasil menemukan Jembatan Merah, kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke Kampung Budaya Sindang Barang karena kaki kami sudah tidak sanggup untuk berkililing Kebun Raya lagi, hehe. Tetapi sebelum menuju ke Kampung Budaya Sindang Barang kami makan siang terlebih dahulu di daerah sekitar Kebun Raya. 

Sekitar jam 15.00 wib kami memulai perjalanan menuju Kampung Budaya Sindang Barang dengan menggunakan taksi online (padahal tadi sebelumnya semangat naik angkot pas ke Kebun Raya biar kerasa backpackernya, lha ini akhirnya naik taksi online juga ujung-ujung nya, hahaha), tetapi sebenarnya di sini tidak ada angkot menuju Kampung Budaya Sindang Barang, hehe. Naik taksi online pun itungan nya terbilang murah karena dengan tarif sekitar Rp. 50.000, (dibagi 3 orang) kami sudah sampai dengan selamat di Kampung Budaya Sindang Barang dan itu sudah termasuk tips, hehe.

Kampung Budaya Sindang Barang

Kampung Budaya Sindang Barang merupakan salah satu tempat wisata kebudayaan yang berada di Desa Pasir Eurih, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor. Jaraknya hanya sekitar 5 km dari Kota Bogor. Kami sempat ragu dengan adanya Kampung Budaya Sindang Barang karena tempat ini bukan merupakan salah satu destinasi wisata populer yang ada di Kota Bogor, saya pun tidak sengaja mengetahui tempat ini dari internet dan instagram. Driver yang mengantarkan kami pun mempertanyakan tentang adanya keberadaan tempat ini, padahal driver tersebut penduduk asli bogor,hahaha.

Perjalanan ke Kampung Budaya Sindang Barang sekitar 30 - 45 menitan, ketika tiba di sini kedua teman saya berkomentar jika tempat ini hampir sama dengan kebun di belakang rumah mereka ( kami adalah anak perantuan yang mencoba mengadu nasib di ibu kota,  hehe). Memang sih tempat ini terletak di pedesaan yang jauh dari hiruk pikuk kota Bogor, dengan datang ke tempat ini mengingatkan kami pada kampung halaman, hehe, tapi tidak ada salahnya berkunjung ke tempat ini karena setiap tempat pasti memiliki kisah dan cerita tersendiri. Jika ingin merasakan suasana pedesaan yang damai karena sudah bosan dengan  keramaian dan kemacetan kota tidak ada salahnya berkunjung ke kampung Budaya Sindang Barang. 

Tiket masuk Kampung Budaya Sindang Barang sebesar Rp. 20.000,- tapi karena kami kesorean sampainya kami hanya dikenakan tarif sebesar Rp. 15.000,- (lumayan dapat diskon) hehe. Suasananya pun sangat sepi dan tidak banyak pengunjung, ketika kami baru sampai mereka sudah akan beranjak pulang sehingga hanya tinggal kami bertiga, hehe. Sepertinya kami salah  memilih hari sabtu untuk datang kemari karena di hari ini sedang tidak ada kegiatan, dan kegiatan berupa latihan tari dan pertunjukkan budaya biasanya dilakukan pada hari Minggu. Jadi selain bisa menikmati suasana pedesaan yang damai, kita dapat menambah wawasan tentang keaekaragaman budaya yang ada di Indonesia. Selain itu di sini terdapat rumah pesanggrahanyang dapat digunakan sebagai penginapan, tapi kami tidak tahu berapa harga permalamnya, hehe.


    Kampung Budaya Sindang Barang  

   Rumah Pesanggrahan Khas Sunda

Sekitar jam 17.00 wib kami meninggalkan Kampung Budaya Sindang Barang dan akan menuju ke Stasiun Bogor, akan tetapi kami agak kesulitan dalam memesan taksi online di daerah sini walapupun sudah menggunakan 3 Handphone dengan dengan tiga aplikasi yang berbeda, haha. Dan untungnya setelah menunggu sekitar 15 - 30 menitan saya berhasil mendapatkan taksi online, kalau gak dapat kendaraan untuk kembali ke Stasiun Bogor bisa diomeli kedua teman saya ini (bisa datangnya tapi gak bisa pulangnya), hehe. Jadi sangat disarankan bagi yang ingin berkunjung ke Kampung Budaya Sindang barang sebaiknya membawa kendaraan pribadi mengingat sulitnya mencari transportasi umum di sini, hehe.

Total Pengeluaran
Transport ke Stasiun Sudirman (PP)                             = Rp. 30.000,-
Tiket krl (PP)                                                             = Rp. 13.000,-   
Sarapan                                                                     = Rp. 15.000,-
Angkot menuju Kebun Raya Bogor                               = Rp.   7.000,-
Tiket Masuk Kebun Raya                                             = Rp. 15.000,-
Makan Siang                                                              = Rp. 20.000,-
Transport ke Kampung Budaya Sindang Barang (PP)     = Rp. 100.000,-/3 org = Rp. 35.000,-
Tiket Masuk Kampung Budaya Sindang Barang             = Rp.   15.000,-  

Jumlah                                                                     = Rp.150.000,-


                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              

Komentar