(Review) Wisata lava Tour Merapi



Gunung Merapi adalah gunung  api dengan tipe Strato - volcano dan secara petrologi magma Merapi bersifat andesit - basaltik. Menjulang setinggi 2978 m di jantung Pulau Jawa, merapi mempunyai diameter 28 km, luas 300 - 400 km2, dan volume 150 km3.
Posisi geografis Merapi 70 32’ 5”  ; longitude 110026’5” E, mencakup wilayah administratif Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Merapi terbentuk secara geodinamik pada busur kepulauan akibat subduksi pertemuan lempeng Indo - Australia dengan lempeng Asia. Dinamika erupsi Merapi umumnya didahului pertumbuhan kubah lava diikuti guguran awan panas, guguran lava pijar dan jatuhan piroklastik.
Gunung Merapi mengalami erupsi setiap 2 sampai 5 tahun sekali, dan sejak Tahun 1548, gunung ini sudah meletus sebanyak 68 kali. Letusan terbesar Gunung merapi terjadi pada Tahun 1872 dengan mengeluarkan awan panas yang mencapai 20 km dan pada Tahun 2010 dengan luncuran awan panas mencapai 15 km. Dengan meletusnya Gunung Merapi pada Tahun 2010 menjadikan kawasan gunung merapi menjadi wilayah yang memiliki nilai sejarah tersendiri bagi warga Jogja dan sekitarnya. Dan dengan dimulainya renovasi dan relokasi pada Tahun 2011, Pemerintah DIY dan masyarakat setempat melakukan pembenahan supaya kawasan merapi memiliki nilai ekonomis yaitu dengan memgembangkan potensi wisata lava tour di Gunung Merapi.

Wisata lava Tour Merapi merupakan wisata petualangan alam/adventure dengan mengunjungi lokasi - lokasi yang terkena dampak dari erupsi Gunung Merapi, dan pada kali ini saya berkesempatan untuk mencoba wisata tour merapi.
Tiket untuk wisata tour Merapi ini terdapat beberapa pilihan, diantaranya
1. Short route       : idr 350.000,- (@ Jeep, 60  menit)
2. Medium route   : idr 450.000,- (@ Jeep, 120 menit)
3. Long route        : idr 550.000,- (@ Jeep, 180 menit)
4. Sunrise Trip      : idr 450.000,- (@ Jeep, 180 menit)
 



Harga tiket tersebut adalah biaya per jeep, 1 jeep berisi 4 orang dan 1 pemandu, dengan fasilitas yang didapatkan antara lain : asuransi untuk 4 orang, masker, air mineral, dan bebas biaya masuk masing-masing objek wisata.
Dan karena keterbatasan waktu yang dimiliki, kami memilih tiket medium route, dengan lokasi yang dikunjungi antara lain: bunker kaliadem, batu alien, omahku memoriku, dan kali kuning.

Bunker Kaliadem

Bunker Kaliadem adalah tempat perlidungan dari erupsi merapi yang terletak di Kaliadem, bangunan ini sudah ada sejak jaman penjajahan Belanda. Tetapi sayangnya pada Tahun 2006, fungsi bunker yang seharusnya untuk melindungi diri dari erupsi merapi tidak berfungsi sama sekali saat itu, dan dua relawan yang berlindung dari awan panas ditemukan meninggal di dalam banker. Saat berkunjung ke sini, kita diperkenankan masuk ke dalam banker. Di depan banker terdapat pintu yang terbuat dari besi dan cukup didorong jika kita ingin masuk, dan di dalam banker  terdapat ruang kecil yang gelap dengan sedikit cahaya serta bekas lahar yang sudah membeku menjadi batu. Selain itu terdapat toilet yang menjadi tempat meninggalnya dua relawan yang berlindung. Sedangkan di luar bunker kita dapat melihat indahnya pemandangan dengan background Gunung Merapi.









Batu Alien

Batu alien terletak di Dusun Jambu, Kepuharjo, Cangkringan, Sleman. Batu alien merupakan sebuah batu besar yang terbawa lahar panas akibat erupsi dari Gunung Merapi yang terjadi pada Tahun 2010. Batu tersebut dinamakan alien karena bentuk batu tersebut yang menyerupai wajah. Selain batu alien, kita dapat menikmati suasana sejuk lereng pegunungan, spot - spot foto dengan background Gunung Merapi, dan foto bersama dengan burung hantu hias.

Omahku Memoriku

Galeri Sarsuadji ( Omahku Memoriku) dulunya adalah rumah milik Alm. Sarsuadji. Galeri ini  berada di lokasi korban erupsi Tahun 2010, dimana sebelum erupsi berada di RT 01 dan RW 05 Dusun Petung, Desa Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan Kabupaten Sleman. Secara geografis galeri ini terletak di timur Sungai Opak dalam kawasan lereng selatan Gunung Merapi, tepatnya pada titik koordinat 70 40’ 42,7” LS - 70 43’ 00,9” LS dan 1100 27’ 59,9” BT -  1100 28’ 51,4” BT dengan topografi yang relatif curam dengan kemiringan lereng hingga lebih dari 600    pada elevasi antara 540 - 1200 m, di atas permukaan air laut serta suhu rata - rata pertahun 16-170C. Semenjak puncak erupi Merapi pada tanggal 5 November 2010, bangunan rumah ini tidak dapat digunakan dan ditinggali lagi. Tetapi 3 tahun setelah pasca erupsi bekas rumah ini dibuka untuk Galeri korban fisik erupsi Merapi 2010 pada tanggal 22 Oktober 2013. Galeri ini didirikan dengan tujuan sebagai salah satu sample atau gambaran korban fisik atau bangunan rumah dan perkakas serta harta benda  penduduk lereng Merapi akibat erupsi Merapi Tahun 2010. Sebagai galeri yang menampilkan korban fisik bangunan akibat erupsi Gunung Merapi, galeri ini mengoleksi dua bangunan milik rumah Alm Sarsuadji dan puteranya lengkap dengan sisa bangunan seperti bekas dinding, atap rumah, ruang - ruang kamar yang tersisa, elemen bangunan rumah seperti jendela, pintu, tiang, lantai semen. Selain bangunan inti, galeri ini juga menampilkan sisa bangunan kandang, dapur, kamar mandi, dll. Galeri ini juga mengoleksi berbagai barang-barang perkakas yang masih terselamatkan dari erupsi Merapi, seperti peralatan dapur, transportasi, meja kursi, lemari, dll. Serta  koleksi tambahan yang bersifat informatif seperti koleksi foto erupsi, korban erupsi, evakuasi korban, banjir lahar dingin, dan sebaran batuan lava dan abu vulkanik. Dan yang paling fenomenal adalah penemuan jam dinding yang menunjukkan waktu terjadinya erupsi Merapi Tahun 2010








Kali Kuning

Kali Kuning adalah sungai yang berada 10 km di sebelah timur Kota Yogyakarta dengan panjang sekitar 40 km, dari hulu yang ada di puncak Gunung Merapi pada koordinat 7°32'34.7" LS, 110°26'45" BT.  Kali kuning menjadi lintasan lahar ketika Gunung Merapi Bererupsi. Kali Kuning dikelola oleh Taman nasional Gunung merapi, dan pada pertengahan Tahun 2017 tempat ini dijasikan sebagai tempat wisata karena memiliki paronama alam yang indah serta udara yang sejuk.



  
Setelah mengunjungi kali kuning, berakhirlah wisata tour merapi kami..

Komentar