Wisata Ranu Klakah

Tempat kelahiran saya adalah di Kabupaten Lumajang. Kabupaten Lumajang sendiri adalah salah satu Kabupaten yang berada di Provinsi Jawa Timur dengan ibu kotanya adalah Lumajang.
Kabupaten Lumajang berbatasan dengan Kabupaten Probolinggo di sebelah utara, Kabupaten Jember di sebelah timur, Samudra Hindia di sebelah selatan, dan Kabupaten Malang di sebelah barat. Di tempat kelahiran saya ini, kita tidak akan bisa menemukan yang namanya mall, bioskop, tempat makan pizza atau pun tempat makan ayam cepat saji, yang ada hanya pusat perbelanjaan biasa, ind*mart dan alf*mart, hehe. Walaupun demikian, Lumajang memiliki tempat wisata yang cukup layak dikunjungi, salah satu diantaranya adalah Ranu. Ranu adalah nama lain dari danau, di Kabupaten Lumajang terdapat beberapa Ranu diantaranya adalah Ranu Pane, Ranu Pakis, Ranu Klakah, Ranu Bedali, dan yang paling terkenal adalah Ranu Kumbolo. Tetapi untuk postingan kali ini saya tidak akan membahas tentang Ranu Kumbolo tetapi saya akan membahas tentang Ranu Klakah.


Ranu Klakah merupakan sebuah danau yang terletak di Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang. Danau ini berada pada ketinggian 900 m dari permukaan laut dengan luas 22 ha dan kedalaman 28 m yang dilatarbelakangi oleh Gunung Lamongan dengan ketinggian sekitar 1.668 m dari permukaan laut.

Kedatangan saya ke Ranu Klakah tidak direncanakan sebelumnya, berawal dari mengunjungi rumah saudara yang terletak di daerah Klakah, kami akhirnya menyempatkan untuk mampir sejenak ke Ranu Klakah. Ranu Klakah sendiri letaknya sekitar 20 km dari Kota Lumajang, dan walaupun untuk menuju Ranu Klakah bisa ditempuh dengan kendaraan umum, tetapi menurut saya lebih mudah jika menggunakan kendaraan pribadi. Rute menuju Ranu Klakah pun cukup mudah dengan kondisi jalan yang cukup baik. Ranu Klakah sendiri tergolong menjadi segitiga ranu bersama dengan Ranu Pakis dan Ranu Bedali. Ranu ini diberdayakan oleh masyarakat setempat sebagi tempat budidaya ikan mujair dan ikan nila. Untuk mengunjungi Ranu Klakah, harus membayar tiket  masuk  sebesar  Rp 4.000,- . Meskipun tempat wisata ini belum dikembangkan sepenuhnya, tetapi sudah terdapat fasilitas seperti tempat parkir, musholla, dan toilet. Selain itu juga terdapat warung apung di tepi ranu di tepi ranu yang menyediakan kuliner berupa olahan air tawar. Untuk menikmati keindahan Ranu Klakah, kita  dapat  berkeliling Ranu dengan menggunakan perahu motor atau pun perahu bebek, dan pada kesempatan ini saya bersama keponakan saya mencoba berkeliling Ranu menggunakan perahu bebek. Cukup seru juga  menaiki perahu bebek ini, tapi agak seram saat berada di tengah Ranu karena bebek yang kami naiki sempat tidak seimbang, dan cukup melelahkan juga tenyata mengayuh perahu bebek tesebut, hehe.





Walaupun hanya bisa mengunjungi tempat wisata yang berada di tempat tinggal kami seperti Ranu Klakah, hal tersebut sudah bisa membuat kami tertawa dan bahagia kok, hehe. Mengunjungi Ranu Klakah  bersama dengan keluarga/sahabat/ atau pun teman dapat dijadikan alternatif liburan bagi kalian yang sedang berada di Lumajang, dan   dapat menjadi bentuk dukungan terhadap pariwisata setempat dengan harapan kedepannya pemerintah dapat mengoptimalkan dan mengembangkan potensi pariwisata lokal yang ada.

Komentar

Posting Komentar