Jalan - Jalan Bandung 2D 1N

Cerita kali ini adalah mengenai liburan singkat di Bandung selama 2 hari 1 malam, untuk liburan ini saya mengikuti tour wisata yang dilakukan oleh tempat kerja kakak saya, yaitu tour wisata Lumajang - Jakarta - Bandung - Yogyakarta - Lumajang, dan saya hanya akan ikut selama wisata di Bandung.


Hari ke 1

Berangkat dari Jakarta sekitar jam 08.00 wib  menuju ke Bandung tepatnya daerah Lembang membutuhkan waktu sekitar 5-6 jam dikarenakan bertepatan dengan libur panjang sehingga jalur menuju  daerah Lembang cukup padat merayap atau macet lebih tepatnya, hehe. Tempat yang akan kami kunjungi adalah Gunung Tangkuban Perahu yang terletak di Cikahuripan, Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Dan setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang, sekitar jam 14.00 wib kami tiba di Gunung Tangkuban Perahu.

Gunung Tangkuban Perahu

Setiap tempat  selalu memiliki kisahnya sendiri, termasuk juga dengan Gunung Tangkuban Perahu yang mempunyai ketinggian 2.084 m ini, berikut adalah sekilas legenda tentang terbentuknya Gunung Tangkuban Perahu, dan jika dirasa cerita ini cukup panjang bisa di skip, hehe. Inti dari ceritanya adalah seorang anak yang jatuh cinta kepada ibunya sendiri, dan bagaimana itu bisa terjadi jika ingin tahu cerita selengkapnya silahkan baca di bawah ini, hehe.


Asal usul Gunung Tangkuban Perahu dikaitkan dengan legenda Sangkuriang yang berasal dari Jawa Barat. Legenda tersebut berkisah tentang seorang anak (Sangkuriang) yang jatuh cinta kepada ibunya (Dayang Sumbi). Cerita berawal dari sepasang dewa - dewi kahyangan yang berbuat kesalahan dan akhirnya dikutuk dan diturunkan ke bumi. Sang Dewi berubah menjadi babi hutan ( celeng ) sedangkan sang Dewa menjadi anjing yang bernama Tumang. 

Diceritakan bahwa Raja sedang berburu dan membuang air seni dalam batok kelapa, dan air dalam batok kelapa tersebut di minum oleh si babi betina (dewi kahyangan) dan lahirlah bayi perempuan yang cantik. Bayi tersebut kemudian ditemukan dan dibawa ke Kerajaan oleh Sang Raja dan diberi nama Dayang Sumbi. Dayang Sumbi tumbuh menjadi gadis yang cantik dan jelita sehingga banyak raja dan pangeran yang jatuh hati kepadanya, tetapi tidak ada satu orang pun dari raja dan pangeran tersebut yang berhasil menaklukan hati Dayang Sumbi, dan Dayang Sumbi memutuskan untuk mengasingkan diri ke hutan dengan ditemani Tumang. Suatu ketika saat Dayang Sumbi  sedang menenun, tempat tenun yang digunakannya terjatuh, dan karena Dayang Sumbi malas untuk mengambilnya, Dayang Sumbi tidak sengaja bersumpah "barang siapa yang mengambil tempat tenun tersebut, jika laki - laki akan dijadikan suami, dan jika perempuan akan dijadikan sebagai saudara". Dan yang mengambil tempat tenun tersebut adalah si Tumang, untuk menepati sumpahnya tersebut Dayang Sumbi harus menikahi si Tumang yang aslinya adalah Dewa yang pada bulan purnama akan berubah ke wujud aslinya yang tampan. Singkat cerita Dayang Sumbi mengandung dan lahirlah Sangkuriang.
Pada suatu hari, Dayang Sumbi ingin memakan hati menjangan dan memerintahkan Sangkuriang untuk berburu dengan ditemani si Tumang. Setelah sekian lama berburu, Sangkuriang tidak berhasil mendapatkan hewan buruan, sampai akhirnya Sangkuriang bertemu dengan babi hutan dan menyuruh si Tumang untuk mengejar babi tersebut, dan Tumang menyadari bahwa babi tersebut adalah dewi yang telah dikutuk, oleh karena itu  Tumang menolak perintah Sangkuriang sehingga menyebabkan Sangkuriang marah dan mengancam si Tumang dengan anak panah, anak panak tersebut tidak sengaja mengenai Tumang dan menyebabkan si Tumang terbunuh. Karena bingung telah membunuh Tumang dan tidak mendapat hewan buruan, akhirnya Sangkuriang menyerahkan hati si Tumang kepada Dayang Sumbi. Dan dimasaklah hati si Tumang tersebut, sampai akhirnya Dayang Sumbi menyadari bahwa hati yang telah dimasak tersebut adalah hati si Tumang yang tidak lain adalah suaminya, mengetahui hal tersebut menyebabkan Dayang Sumbi marah dan memukul kepala Sangkuring hingga membuat Sangkuriang kabur meninggalkan rumah. Karena menyesali perbuatannya, Dayang Sumbi memutuskan untuk bertapa dengan hanya memakan sayuran. 

Sekian tahun berlalu, akhirnya Sangkuriang bertemu kembali dengan Dayang Sumbi,  keduanya tidak saling mengenali dikarenakan Dayang Sumbi masih tetap cantik dan awet muda akibat dari bertapa, mereka berdua pun saling jatuh cinta hingga suatu hari saat sedang membelai kepala Sangkuriang barulah Dayang Sumbi menyadari bahwa Sangkuriang adalah anaknya melalui bekas luka yang ada di kepala Sangkuriang.  Mengetahui kenyataan tersebut, Sangkuriang tetap bersikeras untuk menikahi Dayang Sumbi, dan Dayang Sumbi mengajukan syarat jika Sangkuriang tetap ingin menikahinya, syarat tersebut adalah Sangkuriang harus membuat perahu dan danau dalam waktu semalam. Sangkuriang pun menerima syarat tersebut. Dalam usahanya  untuk membuat perahu dan danau, Sangkuriang meminta bantuan dari mahkluk halus, dan pada tengah malam, bendungan tersebut pun hampir selesai dibangun. Untuk menggagalkan usaha Sangkuriang, Dayang Sumbi memohon kepada dewa agar niat Sangkuriang tidak terlaksana. Dayang Sumbi lalu  membentangkan sehelai kain putih di atas bukit, sehingga kain putih tersebut tampak seperti cahaya fajar, selain itu Dayang Sumbi juga memukul alu ke lesung seolah sedang menumbuk padi, dan membuat makhluk halus anak buah Sangkuriang ketakutan karena mengira hari akan pagi, makhluk halus tersebut akhirnya menghilang dan bersembunyi tanpa menyelesaikan pekerjaan mereka. Karena gagal memenuhi syarat yang diajukan Dayang Sumbi , Sangkuriang marah dan menendang perahu yang telah dibuatnya sehingga menangkup dan jadilah Gunung Tangkuban Perahu. Itulah sedikit kisah tentang asal terbentuknya Gunung Tangkuban Perahu.

Dan kenapa Gunung ini disebut Gunung Tangkuban Perahu? Menurut salah satu Georgafiwan sekaligus Pengamat dan Pecinta Lingkungan, gunung ini bentuknya terlihat seperti perahu terbalik karena ada dua kawah yang berdampingan antara barat dan timur, artinya gunung ini hanya terlihat seperti terbalik dari arah selatan (Lembang) saja. Jadi hanya orang yang melihat dari arah selatan yang melihat gunung ini seperti perahu yang terbalik.

Yang namanya tempat wisata, khusunya pada hari libur  selalu ramai  oleh pengunjung, termasuk dengan Gunung Tangkuban Perahu ini, ratusan orang terlihat mengunjungi Gunung ini untuk melihat keindahaannya. Dan dengan banyaknya pengunjung tersebut diperlukan kesabaran untuk antri berfoto, haha.


gunung tersebut hanya terlihat seperti perahu terbalik dari arah selatan (Lembang) saja. "Karena ada dua kawah yang berdampingan dengan arah barat dan timur. Jadi, terlihat gunung itu dari arah selatan seperti perahu terbalik.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mengapa Dinamakan Tangkuban Parahu?", https://travel.kompas.com/read/2013/12/12/1020582/Mengapa.Dinamakan.Tangkuban.Parahu..
Penulis : Kontributor Bandung, Rio Kuswandi


Sekitar jam 17.00 wib, kami melanjutkan perjalanan menuju hotel yang terletak di Kota Bandung, dan lalu lintas menuju Kota Bandung cukup macet, butuh waktu sekitar 5 - 6 jam sampai akhirnya kami dapat tiba di hotel, hihi.

Hari ke - 2

Trans Studio Bandung

Di hari kedua ini, kami akan mengunjungi Trans Studio Bandung, Trans Studio Bandung adalah sebuah kawasan wisata terpadu yang menawarkan wahana permainan berkonsep indoor theme park yang terletak di Jalan Jenderal Gatot Subroto No 289, Bandung.Trans Studio Bandung berada di dalam kawasan Trans Studio Mall yang merupakan pusat perbelanjaan terlengkap yang ada di Kota Bandung.
 
Wahana - wahana permainan  yang ada di Trans Studio Bandung antara lain:
                                          
1.  Yamaha Racing Coaster                                       11.  Kong Climb                      
2.  Super Heroes 4D                                                 12.  Sky Pirates
3.  Transcar Racing                                                  13.  Amphitheater
4.  Vertigo                                                               14.  Negeri Raksasa
5.  Trans City Theater                                              15.  Black Heart's Pirate Ship
7.  Giant Swing                                                        16.  Dragon Raiders
8.  Ocean World Science Center                               17.  Pulau Liliput
9.  Si Bolang Adventure                                            18.  Dunia Lain
10. Dunia Anak                                                                    19.  Special Effect Action Show




Dari semua wahana yang ada di Trans Studio Bandung, saya lebih suka mencoba wahana yang dapat memacu adrenalin karena itu cukup seru dan menegangkan. Selain itu terdapat juga wahana edukasi anak seperti Ocean World Science Center, Si Bolang Adventure, Dunia Anak, dll. Kita pun juga dapat menyaksikan pertunjukkan yang di klaim setara dengan Broadway di Trans City Theatre ataupun di Amphitheatre yang merupakan wahana yang menampilkan pertunjukan dengan desain yang spectakuler dan efek yang spesial ( tapi saya menonton ini, baru 5 menit aja udah bosan, hehe) . 

Untuk bisa mencoba semua wahana yang ada sebaiknya berangkat pagi hari seperti yang kami lakukan, jam 09.00 wib kami sudah sampai di Trans Studio dan pengunjung masih sepi sehingga tidak perlu antri terlalu lama, lain halnya jika pada siang hari,  pengunjung semakin membludak dan antrian naik wahana menjadi cukup panjang. 

Menurut saya Trans Studio Bandung ini tidak terlalu luas karena dalam waktu yang singkat saya sudah berhasil berkeliling untuk melihat wahana - wahana yang ada, mungkin karena temanya Indoor theme park kali ya, hehe. Sedangkan yang menjadi kelebihan Trans Studio Bandung jika dibandingkan dengan taman bermain lainnya adalah adanya wahana yang menampilkan pertunjukan yang spectakuler dan efek yang special di dukung dengan orang-orang yang profesional yang belum tentu ada di taman bermain lainnya ( kalo wahana lainnya sih hampir - hampir mirip dengan wahana yang ada di taman bermain lainnya seperti di Dufan/Jatim Park/BNS, dll)

Selanjutnya sekitar jam 14.00 wib, kami melanjutkan perjalanan menuju ke Cibaduyut, sebenarnya masih ada beberapa wahana yang belum saya coba karena antrian yang cukup panjang, tetapi karena yang lain sudah tidak sabar untuk berbelanja, jadi ya sudahlah, hehe.

Cibaduyut


Cibaduyut adalah lokasi yang cukup terkenal di Bandung yang merupakan pusat penjualan produk dengan bahan yang terbuat dari kulit seperti jaket, sepatu, tas, dll.  Barang - barang tersebut dijual di toko - toko yang berada di kanan kiri sepanjang jalan Cibaduyut.  Barang - barang tersebut merupakan hasil produksi dari industri kecil setempat yang berada di sekitar Cibaduyut. Mengunjungi dan membeli barang di Cibaduyut bisa sebagai salah satu bentuk dukungan kita terhadap usaha kecil menengah  dan produk - produk Indonesia ( tapi sejujurnya saya tidak membeli apa - apa di sini, dikarenakan kondisi dompet yang mulai menipis, haha).

Saat membeli barang, pintar - pintarlah dalam memilih barang dengan membandingkan kualitas dan harga dari satu toko dengan toko lainnya, karena bisa jadi dengan harga dan kualitas sama tapi harganya berbeda, dan pastikan untuk menawar barang tersebut jika ingin mendapat harga yang lebih murah, hehe.

Setelah dari Cibaduyut, rombongan tour melanjutkan perjalanan menuju ke Yogyakarta, sedangkan saya kembali ke Jakarta dengan menggunakan kereta, dengan demikian berakhirlah perjalanan saya di Bandung ini. 

Komentar