One Day Trip 3 Pantai Yogyakarta (Pantai Idrayanti, Pantai Krakal, Pantai Timang)


Untuk kesekian kalinya saya berkesempatan lagi mengujungi Yogyakarta, dan kali ini saya bersama dengan dua orang teman saya. Mempunyai waktu sehari yang bisa digunakan untuk jalan - jalan, kami berniat mengunjungi wisata yang berada di daerah Gunung Kidul dengan menyewa mobil  seharga Rp. 300.000,-. selama 12 jam. Perjalanan dimulai dari daerah di sekitar bandara pada jam 09.00 wib selanjutnya menuju daerah Gunung Kidul, tidak ada itinerary untuk perjalanan kali ini, karena perjalanan ini tidak direncanakan sebelumnya.

Perjalanan sudah mendekati daerah Gunung Kidul dan kami belum memutuskan mau kemana, haha. Awalnya kami berniat untuk pergi ke Goa Jomblang, tetapi setelah mengetahui harga tiketnya cukup mahal yaitu sekitar Rp. 450.000,- kami langsung membatalkan niat tersebut dan memilih untuk melanjutkan perjalanan menuju Pantai yang ada di daerah Gunung Kidul, hahaha, dan pantai pertama pilihan kami adalah Pantai Indrayanti. Untuk menuju ke Pantai Indrayanti seperti biasa kami menggunakan bantuan google map sebagai penunjuk arah, dan kami sempat ragu dengan jalan alternatif yang diarahkan oleh google map karena jalan tersebut belum diaspal dan tidak bisa dilewati mobil , sampai akhirnya kami memutuskan untuk bertanya kepada penduduk setempat, haha. Di perjalanan menuju pantai, kami sempat diminta retribusi di tengan jalan oleh seorang penduduk yang berada di pertigaan jalan, padahal lokasi menuju pantai masih sekitar beberapa km lagi (saya tidak tahu itu legal/ilegal yang jelas tidak ada karcis/semacamnya, dan per orang dikenakan harga Rp. 10.000,- ). Setelah menempuh perjalanan selama 2,5 jam akhirnya kami tiba di Pantai Indrayanti.

Pantai Indrayanti (Pantai Pulang Sawal)

Pantai Indrayanti (Pantai Pulang) terletak di Dusun Ngasem, Sidoharo, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunung Kidul. Sebenarnya terdapat kontroversi dengan nama Pantai Indrayanti karena sebenarnya Indrayanti bukanlah sebuah nama pantai, melainkan nama pemilik cafe dan restoran yang yang terpampang di papan cafe dan restoran di depan pantai, sedangkan pemerintah menamai pantai ini dengan nama Pantai Pulang Sawal, namun nama Pantai Indrayanti lebih populer dibanding Pantai Pulang Syawal. Untuk menikmati keindahan Pantai Indrayanti tidak dikenakan tiket masuk.

Daya tarik dari pantai ini adalah hamparan pasirnya yang berwana putih dengan lautnya yang biru dan ombak yang cukup besar serta  batu karang raksasa yang terletak di tepi pantai. Kondisi pantai yang cukup bersih juga menjadi point plus tersendiri. Untuk menikmati keindahan pantai kita dapat menyewa sebuah gazebo ataupun payung yang terletak di tepi pantai.
   



Di Pantai ini terdapat dua bukit, yaitu Bukit Karang dan Bukit Watu Gilap, dari kedua bukit tersebut kita dapat melihat keindahan pantai Indrayanti dari atas, dan dari dua Bukit itu kami hanya naik ke Bukit Watu Gilap. Berbeda dengan tiket masuk Pantai Indrayanti yang gratis, untuk naik ke Bukit Watu Gilap dikenakan retribusi  sebesar Rp. 2000,- , sedangkan untuk duduk di gazebo yang terdapat di bukit dikenakan biaya tambahan sebesar Rp. 25.000,-

Setelah puas berfoto di Pantai Indrayanti, sekitar jam 12.30 kami melanjutkan perjalanan ke Pantai Krakal. Sebenarnya dalam perjalanan menuju ke Pantai Indrayanti melewati Pantai Krakal, tetapi karena tujuan utama adalah ke Pantai Indrayanti, kami melewati Pantai Krakal begitu saja, haha. Jarak antara kedua pantai tersebut cukup dekat hanya sekitar 2,9 km.


Pantai Krakal

Pantai Krakal terletak satu deretan dengan pantai Baron - Krukup, dan pantai Drini serta Sepanjang, deretan pantai tersebut dibatasi oleh bukit - bukit batugamping yang merupakan fenomena kars - permukaan di Gunung Sewu. Di dekatnya terdapat gua yang disakralkan dan gejala pensesaran pada batugamping. Pensesaran turun juga di jumpai di Pantai Sepanjang. Di beberapa tempat, terpisahnya bongkah batuan dari daratan yang membentuk sea-stack menyertai feomena struktur geologi di daerah ini. Tersingkapnya endapan-gisik berumur Resen dari dasar laut di Pantai Krakal menunjukkan masih aktifnya pengangkatan yang disebabkan oleh tektonik.
Salah satu daya tarik dari pantai Krakal adalah hamparan pasir putinya dengan lautnya yang biru, dan ombak yang cukup besar. Jika dibandingkan dengan Pantai Indrayanti, Pantai Krakal cukup sepi, bahkan ketika kami kesini  tidak terlihat ada pengunjung (mungkin karena kami kesininya pas hari kerja kali ya, bukan pas hari libur, hehe). Saat berfoto di sini sempat ada tukang foto yang menawarkan jasanya, tetapi karena berfoto pake kamera sendiri lebih murah alias gratis, jadi kami menolak tawaran tersebut, haha.

Untuk menikmati keindahan Pantai Krakal, kami tidak dikenakan biaya masuk maupun biaya parkir, agak bingung juga sih karena kami tidak mengeluarkan biaya sedikitpun, karena di tempat wisata lain jika tiket masuknya gratis, minimal ada ongkos parkirnya, hehe, dan kami juga mau bayar parkir juga bigung mau bayar ke siapa, haha.

Kami berada di Pantai Krakal  sekitar 30 menitan dikarenakan cuaca yang cukup panas dan kami bingung mau ngapain lagi selain berfoto, haha. Sedangkan waktu yang kami miliki sebelum kembali ke Kota adalah sekitar 3 - 4 jam, untuk mengisi waktu tersebut akhirnya kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke Pantai Timang.

Pantai Timang

Pantai Timang terletak di Padukuhan Danggolo, Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunung Kidul. Dari Pantai Krakal menuju ke Pantai Timang kami harus menempuh jarak kurang lebih 18 km. Untuk menuju ke Pantai Timang kami mengandalkan bantuan dari Google map dan GPS, dan banyak drama yang terjadi sepanjang perjalanan menuju Pantai Timang. Saat mengikuti jalan yang diarahkan oleh Google map, kami sempat ragu apakah jalan yang tersebut benar menuju ke Pantai Timang karena jalanan yang kami lewati  masih berupa tanah sangat sepi, disamping kanan kiri jalan merupakan sawah, dan tidak ada kendaraan lain yang lewat, sampai akhirnya kami merasa lega saat sudah menemukan jalan beraspal beserta plang yang menjukkan arah ke Pantai Timang ( mungkin di sini Google Map mencarikan rute tercepat tanpa memperhatikan rute tersebut bisa diakses kendaraan/tidak). Dan disaat melanjutkan perjalanan, mobil kami dihentikan oleh penduduk setempat, penduduk tersebut menjelaskan jika mobil tidak bisa menuju ke lokasi Pantai Timang dikarenan akses jalan yang cukup buruk, dan menyarankan kami untuk menyewa jeep menuju Pantai dengan biaya sebesar Rp.350.000 (PP). Sebelum menerima tawaran tersebut kami berdiskusi terlebih dahulu di dalam mobil, dan kami sempat bingung mau melanjutkan perjalanan atau kembali ke kota, haha. Jika mau kembali ke kota agak disayangkan juga karena kami sudah sampai sejauh ini, untuk mencari solusinya akhirnya kami mencari informasi di internet apakah ada alternatif lain untuk menuju ke Pantai Timang selain dengan menggunakan jeep, dan akhirnya kami menemukan solusi lain yaitu dengan menggunakan sepada motor yang biaya nya hanya sebesar Rp. 50.000,-(PP). Perjalanan yang sesungguhnya pun dimulai, akses menuju pantai Timang cukup sulit karena lokasi Pantai yang cukup terpencil, jalanan pun belum diaspal dan masih berupa bebatuan yang terjal, kami harus melewati jalan tersebut sepanjang 4 km hanya dengan menggunakan motor bebek dan tanpa menggunakan helm. Kami hanya bisa berdoa di sepanjang perjalanan semoga bisa sampai dengan selamat, hehe. (melihat kondisi jalan yang rusak berat, menggunakan jeep  lebih aman dari pada menggunakan motor). Akhirnya setelah menempuh perjalanan panjang dan menegangkan, kami tiba juga di Pantai Timang. Semua lelah dan ketegangan yang tadi ada menjadi hilang begitu melihat keindahan Pantai Timang. Dan untuk tiket masuk ke Pantai Timang sepertinya sudah diurus oleh mas - mas ojek yang mengantarkan kami ( sepertinya sudah jadi satu dengan biaya ojek)
ini adalah beberapa meter mendekati pantai, berhubung teman saya agak takut  karena jalannya cukup terjal dan menanjak, jadi teman saya memilih untuk turun dari motor dan berjalan kaki , hehe

Pantai Timang terdiri dari dua bagian pantai. Bagian pertama di sebelah timur merupakan pantai berpasir putih yang sama dengan kebanyakan pantai yang lainnya, sedangkan di sebelah barat berbentuk batu - batuan terjal (bukit) yang langsung berbatasan dengan laut. Pada bagian inilah terdapat pemandangan pulau dan batu besar di seberang pantai yang disebut dengan Watu Panjang, Pulau Panjang dan Pulau Timang. 

Pantai Timang cukup terkenal dikalangan wisatawan mancangera, dan menurut informasi dari abang ojek yang mengantar saya, lebih banyak wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Pantai ini dibandingkan wisatawan lokal, hal itu dikarenakan biaya objek wisata ini cukup mahal bagi wisatawan lokal ( kalo menurut saya sih masih lebih murah Pantai Timang dari pada Goa Jomblang, hehe). Pantai ini pun sering dijadikan sebagai lokasi syuting dari acara - acara televisi lokal yang bergenre adventure/petualangan/wisata. Selain acara televisi lokal, pantai ini juga pernah dijadikan lokasi syuting dari variety show korea yaitu Running Man. Dengan banyaknya acara televisi yang mengangkat Pantai Timang, menjadikan pantai ini menjadi salah satu objek wisata yang cukup terkenal di Yogyakarta.




Salah satu daya tarik dari pantai ini adalah Gondola kayu dan jembatan gantung yang digunakan untuk menyeberang ke Watu Panjang. Tarif gondola kayu sebesar Rp 150.000, per orang sedangkan untuk Jembatan Gantung sebesar Rp 100.000,-. Kami sempat bingung ingin mencoba godola atau jembatan gantung (aslinya sih pingin keduanya, tapi berhubung keadaan dompet yang agak menipis, jadinya harus milih salah satu, haha), setelah mendengar penjelasan tentang perbedaan gondola kayu dan jembatan gantung akhirnya kami memilih untuk naik gondola kayu. Jika naik gondola kayu, kita bisa turun dan mengeksplore Watu Panjang, tetapi hal tersebut tidak berlaku untuk jembatan gantung, hal tersebut terjadi karena gondola dan jembatan kayu dikelolah oleh pihak yang berbeda. Dan  kedua wahana tersebut (gondola dan jembatan gantung) sudah diuji keamanannya.


Gondola kayu ini digerakkan dengan tali berdiameter 4 cm dan panjang kurang lebih 200 m yang menghubungkan Pantai Timang dan dengan Watu Panjang, dan ditarik secara manual  menggunakan tenaga manusia. Sebelum menjadi salah satu daya tarik pantai, gondola ini hanyalah alat yang digunakan untuk menyebrang ke Watu Panjang guna mencari lobster dan memancing ikan. Jika merasa takut untuk naik gondola sendiri, kita dapat naik berbarengan bersama dengan  teman lain (berdua atau bertiga), dan kami bertiga naik berbarengan dalam satu gondola, hehe (berat kami bertiga kurang lebih 150 kg an lah, haha). Untungnya saat naik gondola, ombak pantai tidak sampai menerjang dan membahasi kami. Waktu yang diperlukan untuk menyebarang ke Watu Panjang dengan menggunakan gondola terbilang sukup singkat,  hanya sekitar sepersekian menit, walaupun demikian itu merupakan pengalaman cukup seru yang dapat menguji adrenalin.

Ketika sampai di Watu Panjang, kami ditemani oleh guide setempat (menurut mas ojek, sebenarnya tidak ada tarif khusus untuk guide tersebut, tapi kan gak enak kalo hanya memberikan ucapan terima kasih, hehe ) yang siap sedia mencarikan spot terbaik untuk berfoto, dan kami pun mendapatkan banyak cerita tentang Pantai Timang dan Watu Panjang. Watu panjang dikenal sebagai tempat terbaik untuk berburu lobster, tapi sayangnya kami belum sempat mencoba lobster tersebut karena keterbatasan waktu (padahal dari siang kami belum sempat untuk makan siang, hihi). Setelah puas mengeksplore Watu Panjang, sekitar jam 16.00 wib kami memustuskan untuk segera kembali, karena kami harus tiba di Kota sebelum jam 19.00 wib (Jika pantai pertama yang kami kunjungi adalah Pantai Timang, mungkin kami bisa menghabiskan waktu lebih lama di Pantai Timang, tetapi belum tentu kami bisa mengunjungi Pantai Indrayanti dan Pantai Krakal, hehe...) 







 Ini adalah salah satu spot foto terbaik menurut saya, tapi kalau dilihat lagi agak ngeri juga ternyata, hehe

Berikut adalah biaya yang kami keluarkan dalam rangkaian perjalanan one day trip 3 Pantai Yogyakarta (Pantai Indrayanti, Pantai Krakal, Pantai Timang)

Sewa Mobil                               = Rp. 300.000,-/3 org  = Rp. 100.000
Bensin                                      = Rp. 100.000,-/3 org  = Rp.   34.000
Retribusi Pantai                        = Rp.   10.000,-         
Parkir Pantai Indrayanti            = Rp.   10.000,-/3 org   = Rp.     4.000
Masuk Watu Panjang                 = Rp.     2.000,-
Ojek Timang                             = Rp.   50.000,-
Tiket Gondola                           = Rp.  150.000,-
Parkir Pantai Timang                 = Rp.    20.000,-/3 org  = Rp.     6.700
Tip Guide                                  = Rp.    40.000,- /3 org = Rp.   14.000,- 


Total                                        = Rp.  369.000,-

Total pengeluaran untuk One day trip 3 Pantai Yogyakarta (Pantai Indrayanti, Pantai Krakal, Pantai Timang) adalah sebesar Rp. 369.000,- , dan biaya tersebut masih lebih murah dibandingkan dengan tiket Goa Jomblang, hahaha. Dan perlu diketahui pengeluaran tersebut belum termasuk tiket ke Yogyakarta, hehe.


Komentar