Bromo Midnight Tour



Cerita kali ini adalah review tentang Bromo Midnight Tour. Bromo Midnight tour adalah salah satu paket wisata dengan tujuan untuk menikmati sunrise di Gunung Bromo. Terdapat pilihan lokasi penjemputan untuk paket ini yaitu Malang/Surabaya.
Dikarenakan posisi kami berada di Surabaya, maka kami memilih lokasi penjemputan Surabaya. Perlu diketahui harga paket Bromo Midninight Tour dengan start dari Surabaya dan Malang memiliki perbedaan harga, dan ternyata lebih murah jika kita berangkat dari Kota Malang dibanding Surabaya. Untuk paket Bromo Midnight Tour dengan start dari Kota Malang dimulai dengan harga paling murah sekitar Rp. 250.000,- ( ini sepertinya paket untuk open trip, kalo paket private trip bisa lebih mahal lagi). Sedangkan untuk start dari Kota Surabaya harganya lebih mahal, harga yang paling murah sekitar Rp. 300.000,-/pax dan itu dengan jumlah peserta diatas 10 orang, padahal untuk trip kali ini kami hanya 3 - 5 orang, sedangkan harga untuk 3 - 5 orang sekitar Rp. 400.000 - 500.000,-, bahkan ada yang diatas Rp 500.000,- (tergantung masing - masing travel). Setelah mencari, menghubungi dan membandingkan harga setiap travel, akhirnya kami mendapatkan travel dengan harga yang cukup lumayan murah dengan harga Rp. 350.000,- ( ini adalah harga hasil nego dari yang awalnya open trip menjadi private trip dengan jumlah peserta 5 orang). Harga Rp. 350.000,- itu sudah termasuk penjemputan Surabaya-Bromo PP, Jeep, dan tiket masuk wisata. Berikut jadwal paket wisatanya:


23.00 - 00.00                     penjemputan
00.00 - 03.00                     menuju probolinggo 
03.00 - 04.00                     perjalanan menuju bukit penanjakkan menggunakan Jeep
04.00 - 06.00                     menikmati sunrise di Gunung Bromo
06.00 - 09.00                     kawah bromo dan pasir berbisik
10.00 - selesai                   perjalanan menuju Surabaya

Tour dimulai dengan penjemputan di Surabaya sekitar jam 23.00 - 00.00, selanjutnya menuju Probolinggo sekitar 2 - 3 jam an, setalah sampai di Sukapura, tour dilanjutkan dengan mengendarai Jeep menuju ke Puncak Penanjakan. Untuk menuju puncak penanjakan kami harus berjalan beberapa meter dari tempat parkir. Dalam perjalanan menuju puncak penanjakan banyak terlihat penduduk sekitar yang menyewakan jaket dengan harga Rp. 20.000,- ( bagi yang tidak membawa jaket bisa menggunakan alternatif peminjaman ini dikarenakan udara di kawasan bromo pada pagi hari cukup dingin) . Sekitar jam 04.00 kami tiba di Puncak penanjakan, untuk yang ingin makan/minum, sholat, dll tidak perlu khawatir karena di sini sudah terdapat fasilitas umum seperti musholla, toilet dan warung. 




Sekitar jam 04.30 setelah selesai sholat subuh, kami segera menuju ke bukit penanjakan, dan ternyata bukit tersebut sudah penuh dengan wisatawan baik domestik maupun non domestik. Cukup susah ternyata mendapatkan spot terbaik untuk melihat sunrise karena setiap orang  saling berlomba untuk mengabadikan  moment tersebut. 


Dari bukit penanjakan, kami menuju ke Bukit yang lain untuk melihat gunung bromo dari sisi pandang yang berbeda, bukit ini sangat sepi jika dibandingkan dengan puncak penanjakkan, jadi kami bisa mengambil foto sepuasnya disini.




Selanjutnya setelah melihat sunrise, perjalanan dilanjutkan menuju kawah gunung bromo dan pasir berbisik. Untuk menuju kawah gunung bromo kita bisa memilih  berjalan kaki atau menyewa kuda. Jika kita memilih  berjalan kaki, kita harus melewati lautan pasir, jalan yang menanjak dan menaiki puluhan anak tangga, sedangkan jika kita menyewa kuda, kita cukup duduk manis dengan biaya sekitar Rp 100.00 (pp), harga tersebut bisa berubah jika jarak menuju kawah semakin dekat. Karena saya menganut prinsip  hemat pangkal kaya, jadi saya memutuskan untuk jalan kaki saja, hahaha.  Ternyata cukup melelahkan  menuju kawah bromo dengan berjalan kaki, hahaha. Jika kalian di tengah perjalanan merasa tidak sanggup naik ke atas, kalian bisa memilih untuk melanjutkan perjalanan dengan menggunakan kuda (sebaiknya ditawar terlebih dahulu biar jatuhnya gak kemahalan harganya). Setelah sampai di kawah Bromo pun, kita tidak bisa berlama lama dikarenakan bau belerang yang sangat menyengat, setelah mendapatkan foto kawah Gunung Bromo, kami kembali ke bawah dengan berjalan kaki lagi, hehe. Sebaiknya jika kalian ingin melihat kawah gunung bromo hendaknya menggunakan masker untuk melindungi kita dari bau belerang dan debu pasir . Berbeda dengan Bukit Penanjakan yang udaranya cukup dingin, di kawah gunung bromo dan pasir berbisik cuaca sudah mulai panas dikarenakan matahari sudah mulai naik ke atas.

















Sebenarnya ada satu tempat lagi yang seharusnya dikunjungi yaitu  bukit teletabis,  tapi travel kami tidak mencantumkan tempat tersebut dalam itinerary dikarenakan  beberapa minggu sebelumnya terjadi kebakaran di bukit tersebut. Cukup sedih sebenarnya karena kami tidak sempat melihat keindahan bukit teletabis padahal kami sudah sampai di Bromo, hihi, semoga di lain waktu kami berkesempatan melihat bukit teletabis, Aamiin. Dan sekitar jam 10.00  berakhir pula perjalanan kami di Gunung Bromo, saatnya kami kembali ke kota Surabaya.